
Jumat, 13 Oktober 2017
Lossy dan lossless diambil dari kata dalam bahasa Inggris, "loss" yang artinya hilang. Istilah lossy dan lossless sudah umum dipakai untuk mendeskripsikan hasil export (atau hasil metode compress) dari sebuah format file dalam dunia teknologi, khususnya dalam sistem komputer.
• Lossy
Lossy yakni istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan sebuah format file yang mengalami proses compress untuk memperkecil ukuran data, namun dengan cara menghilangkan beberapa detail yang tidak sanggup dideteksi oleh indra insan secara umum. Dalam bahasa Indonesia sendiri, lossy sanggup diartikan, "ilang-ilangan". hhehe.. kurang lebih begitu.
Format file yang termasuk lossy akan mempunyai ukuran file paling kecil dibandingkan dengan format file lainnya. Format file lossy sangat baik dipakai sebagai format file akhir/final yang akan di-export dalam proses simpulan editing, alasannya yakni ukurannya yang kecil dan hasilnya pun relatif cukup baik.
Namun, menyerupai istilah yang digunakan, "lossy", format file ini akan mengalami pengurangan detail data paska proses editing, khususnya sehabis file di export. Apa lagi kalau proses editing harus dilakukan berulang atau bertahap. Setiap kau menyimpan project dengan cara meng-export-nya kedalam bentuk format file yang lossy, maka dari setiap export yang dilakukan akan mengurangi kualitas file tersebut. Jika itu sebuah file gambar, maka detail gambar akan berkurang dan gambar mulai memburam (blur). Jika itu sebuah file audio, maka kualitas suaranya akan berkurang dengan timbulnya noise ataupun detail bunyi yang berkurang, atau hingga menghilang. Namun perlu diingatkan lagi, detail yang berkurang umumnya tidak akan terdeteksi secara langsung.
Masing-masing satu pola untuk format file yang lossy. Pada file image, yakni JPEG. Pada data file audio, yakni MP3. Pada file video, yakni MP4.
• Lossless
Lossless yakni istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan sebuah format file yang tidak berkurang sedikitpun detail datanya ketika proses export. Entah itu mengalami proses compress ataupun tidak. Dalam bahasa Indonesia sendiri, lossless sanggup diartikan, "ga ilang-ilangan" hhehe.. kurang lebih.
Pembentukan data pertama dari analog ke digital, contohnya dalam proses foto atau rekaman suara, maka umumnya akan menghasilnya file dengan format yang lossless. Ini semua dibentuk biar data digital yang dihasilkan mempunyai detail yang diupayakan sangat mendekati aslinya. Sehingga file digital yang didapatkan nanti, akan lebih leluasa untuk diproses (di-edit). Nantinya editorlah yang memilih detail mana yang dibutuhkan, dan detail mana yang akan dikurangi atau dibuang.
Kenapa perlu ada detail yang dibuang dalam proses editing? Kenapa tidak menyimpan semua detail yang ada? Sebenarnya semua kembali pada kebutuhan masing-masing. Namun dalam file final yang akan di-export sehabis melalui proses edit, detail yang terlalu banyak tidaklah dibutuhkan. Bahkan detail yang terlalu banyak hanya akan menciptakan ukuran file semakin besar.
Contoh kasus, kau mengambil 10 foto landscape dengan resolusi 4K yang mempunyai ukuran file 20MB per 1 file (raw). Jika kau bermaksud ingin membaginya ke sosial media ataupun memasukannya ke postingan blog, sehabis proses edit, maka baiknya kau meng-export-nya kebentuk format file yang lebih kecil, contohnya JPEG dengan ukuran 5MB saja per 1 file (hanya contoh) dengan mempertimbangkan juga kualitas. Karena file yang terlalu besar akan cenderung berdampak negatif pada pengguna lain. Jika di blog, maka load page akan menjadi lebih lambat. Jika di sosial media, mungkin akan menyebabkan lag pada low mid class device dan cache yang besar. Dasarnya mereka hanya ingin melihat hasil kesannya saja. Bukan detail yang berlebih.
Masing-masing satu pola untuk format file yang lossless. Pada file image, yakni PNG. Pada data file audio, yakni PCM. Pada file video, yakni AVI.
Baca juga:
- Perbedaan JPG, PNG, GIF dan BMP Dalam Format Gambar, Yang Harus Kamu Tahu!
- Perbedaan 10 Format File Audio Yang Umum Digunakan, Mana Yang Terbaik?
Share This :
comment 0 Comment
more_vert