
Jumat, 17 April 2015
![]() |
photo: velmenni.com |
Pada dasarnya LiFi merupakan bab dari teknologi pemancar internet tanpa kabel atau wireless layaknya teknologi WiFi. Namun meskipun sama-sama tanpa memakai kabel, bahwasanya kedua teknologi tersebut mempunyai prinsip dasar yang berbeda. Jika WiFi memakai gelombang elektromagnetik frekuensi radio dalam melaksanakan transmisi data, maka Lifi tidak demikian.
LiFi sendiri merupakan kependekan dari Light-Fidelity, sebuah kependekan yang dibentuk hampir sama mirip WiFi (Wireless Fidelity). Seperti namanya yang mempunyai arti cahaya, Light-Fidelity merupakan sebuah jaringan koneksi internet gres yang memanfaatkan cahaya lampu (neon atau LED) untuk sanggup mentransmisikan data internet.
Prinsip dasar dari teknologi Lifi ialah memakai apa yang disebut dengan Visible Light Communication (VLC). Singkatnya VLC ini merupakan suatu metode dasar dalam melaksanakan komunikasi dengan memakai sebuah cahaya yang terlihat. Dalam LiFi sumber pencahayaan yang digunakan berasal dari lampu LED maupun neon yang digunakan dalam mentransmisikan data yang kemudian sanggup menyediakan kanal ke jaringan internet. Koneksi yang disediakan oleh LiFi biasanya terbatas hanya di dalam ruangan atau daerah di mana cahaya lampu Lifi masih sanggup dijangkau.
Sejarah Awal Mula Ditemukannya Teknologi Lifi
Kehadiran Lifi sebagai salah satu penemuan dalam bidang teknologi komunikasi bisa dibilang memang sungguh sangat revolusioner. Betapa tidak hanya dengan memanfaatkan cahaya lampu, kita sudah bisa terhubung dengan dunia maya alias internet, hal itu tentu merupakan sebuah pencapaian yang amat besar.Namun meskipun tergolong sebagai teknologi yang baru, sebenarnya jika kita menelusuri lebih mendalam prinsip dasar dari penggunaan teknologi Lifi ini bisa dibilang sudah ada semenjak dahulu tepatnya pada tahun 1880 ketika hadirnya perangkat yang disebut dengan photophone.
Photophone sendiri merupakan sebuah alat komunikasi yang pernah dibentuk oleh penemu telepon ialah Alexander Graham Bell. Dengan alat inilah Bell pada waktu itu sanggup mentransmisikan bunyi dari satu titik ke titik yang lain hanya dengan memanfaatkan sumber cahaya. Meskipun tentunya pada waktu itu masih sangat sederhana sekali untuk bisa dikatakan sebagai suatu alat komunikasi yang utuh. Nah konsep dasar photophone inilah ialah VLC yang kemudian diaplikasikan pada teknologi Lifi kini ini.
Singkat dongeng penggunaan dari prinsip dasar VLC kemudian mulai banyak dilakukan penelitian. Tercatat di masa modern kini ini penggunaan prinsip Visible Light Communication (VLC) mulai dilakukan mirip contohnya di Universitas Keio Jepang sekitar tahun 2000. Dalam penelitian tersebut elemen cahaya yang digunakan ialah memanfaatkan teknologi dari lampu light emitting diode (LED). Hasilnya dari penelitian itu sebuah data sanggup ditransmisikan dengan kecepatan yang sangat tinggi ialah mencapai 100 Mbit perdetik.
Sementara itu di potongan benua lain tepatnya di Eropa sejumlah proyek penelitian wacana konsep VLC pun mulai dilakukan. Salah satunya ialah di universitas Edinburgh Skotlandia yang dipelopori oleh Profesor Harald Haas. Penelitian ini dimulai sekitar tahun 2006 dengan berbagi prinsip VLC yang dijadikan transmisi data dua arah supaya konektivitas jaringan sanggup dimaksimalkan secepat mungkin.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Profesor Haas inilah kemudian memunculkan istilah Lifi untuk pertama kalinya. Dimana penamaan LiFi sendiri pertama kali ia sampaikan di dalam sebuah Forum pertemuan teknologi yang berjulukan TED pada tahun 2011 lalu.
Sistem dan Cara Kerja Teknologi LiFi
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa penerapan teknologi LiFi jikalau dilihat secara sekilas memang akan terlihat sangat sederhana ialah hanya memakai cahaya dari sebuah bola lampu neon maupun LED yang dimanfaatkan sebagai mediator untuk mentransmisikan data. Namun kenyataannya tidak semudah itu.Agar suatu perangkat lampu sanggup memancarkan jaringan data nirkabel, maka setidaknya harus terdapat dua alat pembantu yang dipasangkan ialah berupa alat pemrosesan sinyal yang disebut sebagai LiFi access point dan alat peserta sinyal receiver berupa dongle yang sanggup berbentuk mirip flashsdisk (maupun bentuk lainnya).
Lifi access point berfungsi untuk mentransmisikan data jaringan internet dan akan dipasang disekitar area bola lampu. Sedangkan dongle akan dipasangkan diperangkat gadget mirip laptop maupun smartphone yang berfungsi sebagai alat untuk mendapatkan sinyal dari cahaya lampu tersebut. Pada dongle biasanya terdapat dua elemen utama pertama ialah photo-detector berfungsi untuk mendapatkan sinyal data dan yang kedua ialah infrared transmiter berfungsi untuk mengirimkan data. Sinyal-sinyal yang diterima dan dikirimkan itulah yang kemudian akan diterjemahkan menjadi sebuah data layaknya kita sedang memakai jaringan internet konvensional.
![]() |
photo: photonics.com |
Beberapa hasil uji coba pun telah dilakukan di beberapa kesempatan. Seperti pada bulan Agustus 2013, sistem LiFi yang di uji coba bisa mengatakan hasil yang impresif dengan kecepatan transfer data lebih dari 1,6 Gbit perdetik melalui pemanfaatan lampu LED satu warna.
Pada April 2014, perusahaan Rusia Stins Coman mengumumkan pengembangan BeamCaster ialah sebuah jaringan lokal nirkabel LiFi yang bisa mentransfer hingga 1,25 Gbit data perdetik. Dan dimasa yang akan tiba diperlukan kecepatan Lifi sanggup menembus kecepatan hingga 5 Gbit perdetik. Jika demikian hal itu tentu sungguh sangat superior sekali apabila dibandingkan dengan teknologi wifi yang sudah ada kini ini.
Kelebihan dan Kelemahan Teknologi LiFi
Ketika berbicara mengenai suatu produk pastinya tidak ada yang tepat pun demikian dengan Lifi. Jika diibaratkan mirip layaknya pohon yang sedang berbuah, niscaya selalu terdapat buah yang anggun dan masam. Mungkin mirip itulah kira-kira kalimat yang cocok untuk teknologi LiFi kini ini. Selain sebagai suatu terobosan yang bisa dianggap revolusioner dalam mengubah arus teknologi jaringan komunikasi, hadirnya teknologi Lifi pun bisa dikatakan masih mempunyai beberapa kelemahan-kelemahan. Berikut beberapa Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dari Teknologi Lifi.+ Kelebihan
Teknologi Lifi sanggup menghasilkan kecepatan yang sangat tinggi ketika diaplikasikan sebagai alat untuk mentransmisikan data. Hal ini tidak terlepas dari sifat cahaya yang merupakan elemen paling cepat dimuka bumi ketika ini. Tentu dengan hadirnya Lifi memungkinkan koneksi internet di dunia sanggup menjadi semakin cepat. Dari hasil tes yang telah dilakukan menerangkan bahwa LiFi bisa mempunyai kecepatan sekitar 100 kali lebih cepat dibandingkan kecepatan yang bisa dicapai oleh WiFi konvensional.
Keunggulan lain ialah penggunaan lampu LED yang dikenal ramah lingkungan tentu sanggup menciptakan biaya konsumsi menjadi lebih rendah yang berdampak pada hematnya pengeluaran rumah tangga. Apalagi ditambah bahwa lampu LED kini ini sudah banyak digunakan oleh masyarakat menciptakan biaya instalasi LiFi pun sanggup lebih ditekan.
Selain itu sifat lampu yang tidak bisa menembus dinding ruangan/bangunan menciptakan penggunaan LiFi menjadi tidak gampang untuk disalahgunakan oleh orang lain. Meskipun disisi lain hal ini bisa disebut juga sebagai sebuah kelemahan alasannya Lifi mempunyai ruangan penggunaan yang terbatas.
- Kelemahan
Seperti halnya dalam faktor kelebihan ternyata kelemahan dari teknologi LiFi pun cenderung bersumber dari faktor yang sama ialah cahaya itu sendiri. Salah satu contohnya ialah wacana keterbatasan jangkauan spektrum cahaya, hal itu tentu akan menciptakan terbatasnya ruang bagi pengguna teknologi LiFi ini.
Faktor kelemahan lain yaitu lampu yang harus tetap dinyalakan secara terus menerus yang bertujuan agar koneksi jaringan internet tetap bisa terhubung. Hal ini tentu akan sangat sedikit merepotkan terlebih bila pengguna ingin memakai koneksi internet ketika dalam keadaan ruangan redup mirip pada ketika kita ingin tidur. Meskipun hal itu tentu dalam kondisi normal pun sangat tidak disarankan alasannya sanggup merusak mata.
Baca Juga : Cara Mengetahui Password Wifi yang sudah Terhubung di Smartphone Xiaomi
Terlepas dari kelebihan dan kelemahan yang masih dimiliki oleh teknologi Lifi, terdapat satu pertanyaan yang menarik ialah apakah dengan hadirnya teknologi LiFi ini sanggup menggantikan teknologi sebelumnya mirip wifi? Bagi saya langsung tentu jawabannya tidak semudah itu. Karena intinya lahirnya sebuah teknologi gres semata-mata bukan untuk menggantikan teknologi yang usang melainkan sebagai sarana untuk melengkapi atau bahkan sebagai alternatif lain dari teknologi yang sudah lebih dulu hadir sebelumnya mirip wifi maupun jaringan internet lainnya.
Sumber https://bapigif.blogspot.com/
Share This :
comment 0 Comment
more_vert