
Rabu, 29 April 2015
Ada yang masih berpikiran atau masih melaksanakan acara ibarat itu hingga sekarang, buat blog kemudian copy paste dari konten orang lain?
"Apa urusanmu, min? Hidup-hidup gue. Mau dosa juga urusan gue. Jangan sok suci deh, min!"
Hahaha, kau kok lucu banget sih. Apa sih laba mu copas?
Cepat gajian?
Itu saja keuntungannya?
"Sama biar cepat sanggup kontennya, sehingga irit waktu dan tidak menguras banyak keringat."
Hmm begitu ya. Justru kalau saya paparkan kerugiannya, jauh lebih banyak daripada laba copy paste konten orang lain.
Lalu apa saja sih kerugian dari copy paste artikel atau konten original orang lain? Dalam artikel ini akan saya sebutkan satu per satu, bacalah!
1. Haram
Jika kalian punya agama dan menaati segala peraturannya, niscaya tau apa itu arti haram. Dimana yang namanya "nyuri tanpa sepengetahuan pemiliknya (selain mencuri pandangan gres atau ilmu)" niscaya haram, dan melaksanakan hal-hal yang haram yakni DOSA.
Dari sini saja seharusnya sudah terang bahwa pencurian yakni perbuatan yang dilarang, alasannya memang merugikan, terutama merugikan si pencipta aslinya.
Masih tetap bersikukuh untuk copas?
2. Keharaman itu Menyalur ke Perut Keluarga atau Orang Terkasih Lainnya
Ketika kalian gajian dan membagikan honor hasil curian tersebut kepada keluarga, sungguh kalian tega. Dimana bila uang tersebut dijadikan nasi dan dimakan oleh keluargamu, maka keluargamu teracuni keharaman tersebut. Jadi, yang keluarganya tiba-tiba mati mendadak, silakan introspeksi diri. Siapa tau keluarga kalian mati alasannya keracunan makanan dari uang haram.
"Min, tapi uangnya buat sendiri kok."
Tidak yakin saya, apa benar uang tersebut tidak kalian tukarkan dengan barang lain. Jadi, uang hasil copy paste tertimbun dan tidak berkurang di akun bank pribadi?
Coba ingat kembali! Uang haram tersebut kalian gunakan untuk apa? Apakah dirubah menjadi cincin kesepakatan nikah atau berubah jadi kado untuk kekasih?
Intinya saya tidak yakin, bila uang hasil copas itu 100% untuk diri kalian sendiri.
3. Membuat Semakin Bodoh
Teringat dengan kata-kata bos saya waktu saya buat kopi di dapur kantor, dimana ia berkata, "Jangan banyak ngopi, nanti jadi bodoh." Awalnya saya mau sanggah ucapan beliau, alasannya tidak ada "dalilnya" (sumber terpercaya) bila minum kopi menciptakan bodoh. Lalu saya sadari bahwa itu yakni ungkapan lelucon, tapi memang nyata. Jadi, yang dimaksud "ngopi" di sini, bukan minum kopi, melainkan suka copy paste kerjaan orang lain.
Sebuah penelitian yang berdalil pun juga mengiyakan, bahwa suka mencopy/mencontek/mencuri kerjaan orang lain, menciptakan otak menjadi tidak bekerja. Otak kita ibarat "mati" (bukan mati sungguhan) alasannya tidak dipakai. Harusnya, otak ini digunakan untuk "berpikir" (bukan berpikir bagaimana copas) supaya otak ini selalu hidup. Jika otak sudah mati, maka sulit untuk hidup kembali.
Makanya kebanyakan orang ndeso itu sukanya share-share gosip yang tidak jelas, entah di media umum atau aplikasi chat. (Maaf, untuk paragraf ini dimohon jangan dibaca!)
4. Egois Merenggangkan Persaudaraan
Orang yang suka copypas itu egois! Tidak peduli konten siapa, main klaim-klaim saja tanpa mencantumkan kreator asli. Bodohnya lagi, yang dicuri yakni konten blog milik temannya sendiri. Dan ternyata kalian malah pamer jumlah penghasilan puluhan digit dari hasil ngeblog kepada mereka.
"Kalian" (Blogger) niscaya sudah taulah bahwa banyak blogger merahasiakan blog-blog mereka demi keamanan dan menghindari takedown alasannya diusilin sahabat seperjuangannya.
5. Pentingnya Tau Hukum Sebab Akibat
Jujur saja, kalian sendiri niscaya bakal ngambek, bila desain kaos sekolah yang kalian buat tapi yang lebih diapresiasi malah sahabat kalian. Padahal sahabat kalian hanya numpang nama saja. Hayo ngaku!
Makanya jangan suka copy paste kalau tidak mau bencana ibarat itu. Biar lebih jelas, anggap saja ini yakni KARMA.
6. Selalu Remidial
Ah, ini mah harusnya sudah tau, bila konten copy paste rawan banned. Sehingga kalian harus mengulang dari awal untuk membangun sebuah blog lagi.
7. Sulit Diterima Google AdSense
Konten Anda tidak memadai, alasannya kontennya tertangkap berair nyolong oleh robot Google.
Basi-basi, berlagak polos tanya digrup-grup, "BTW, kenapa ya blog saya tidak diterima AdSense. Padahal jumlah artikel sudah banyak, jumlah per artikel juga buuanyak hingga ribuan, dan bukan blog gambar/video/download? Mohon sarannya suhu-suhu." Saran saya, berhentilah copy paste, hargai content writer originalnya! Itu saja.
8. Malas Baca
Saya sudah menuliskan 1 hingga 7 kerugian dari acara copas artikel milik orang lain, tapi kalian tidak membacanya sama sekali. Malah scroll hingga bawah, kemudian copy goresan pena saya ini dan paste ke blog kalian sendiri. Parah! Dasar "Kambing" (cuek aja nyelonong lewat di jalan ramai, tanpa tengak-tengok)!
Bagaimana, sudah tau kan kini bahwa kerugian copas lebih buaaaanyak daripada keuntungannya? Jadi, mau tetap copas? Masih saja copas seenak jidat, dasar kambing!
Sumber https://www.andisyam.web.id/
Share This :
comment 0 Comment
more_vert