MASIGNCLEAN101

Perbedaan 10 Format File Audio Yang Umum Digunakan, Mana Yang Terbaik?

Perbedaan 10 Format File Audio Yang Umum Digunakan, Mana Yang Terbaik?
Kamis, 02 November 2017
Format file apa yang paling baik dipakai untuk menyimpan jenis file suara/audio? Kebanyakan orang termasuk awam perihal hal ini. Mungkin hanya format MP3 saja yang mereka tahu sebagai format satu-satunya untuk jenis file audio. Namun kenyataannya, terdapat banyak jenis format file audio yang masing-masingnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda pula. Contohnya saja FLAC, ALAC, PCM, WAV, AIFF, AAC, OGG dan WMA. Semua format ini mempunyai kelebihan dan kekurangan-nya masing-masing, yang sanggup dipakai sesuai dengan kebutuhan yang berbeda.  Sebagai awal, perhatikan dulu chart 10 jenis format audio yang akan Akira bahas. Setelah itu kau bisa mebaca keterangan lengkapnya di bawah.

  
10 Audio File Format Chart

Baca juga:

1. Free Lossless Audio Codec / FLAC (.flac)

Tipe :
Lossless
Compressed :
Yes

FLAC menjadi salah satu format audio lossless paling terkenal semenjak diperkenalkan dan sanggup dipakai mulai tahun 2001. Kelebihan dari format FLAC ialah kemampuan pengkompresan ukuran file hingga 60%, tanpa menghilangkan detail data sedikitpun. Bagusnya lagi, FLAC termasuk format audio yang open source, sehingga bebas royalti alias gratis untuk dipakai siapapun, untuk apapun. Sehingga kita tidak perlu takut terkena problem hak cipta (copyright).

Format audio FLAC sudah support di hampir semua software dan perangkat (device) yang ada hingga ketika ini. Dan, format audio ini merupakan alternatif dari penggunaan format MP3 pada CD audio. Dengannya, kita mendapat kualitas audio raw tanpa compress, namun dengan setengah ukuran saja.


2. Apple Lossess Audio Codec / ALAC (.alac)

Tipe :
Lossless
Compressed :
Yes

ALAC atau yang biasa dikenal juga Apple Lossless, diciptakan dan diluncurkan pada tahun 2004 sebagai format file audio dengan hak milik (bukan open source). Namun pada akhirnya, format file audio ALAC menjadi format file audio yang open source dan bebas royalti semenjak tahun 2011. ALAC termasuk format audio yang cantik untuk digunakan, disamping kemampuan compress-nya masih kalah kalau dibandingkan format file audio FLAC.

Sepertinya para pengguna Apple tidak mempunyai pilihan antara format ALAC atau FLAC. Karena iTunes dan iOS secara bawaan mendukung format ALAC tetapi tidak mendukung format FLAC.


3. Pulse-Code Modulation / PCM (.pcm)

Tipe :
Lossless
Compressed :
No

Format PCM sanggup digambarkan sebagai representasi digital dari sinyal audio analog mentah (raw). Suara analog ada dalam bentuk gelombang (waveform). Dan untuk mengubah gelombang bunyi menjadi data digital, bunyi harus diambil sampelnya dan direkam dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian, format file audio ini mempunyai sampling rate (seberapa sering sampel dibuat) dan bit depth (seberapa banyak bit yang dipakai untuk mewakili setiap sampel). Tidak ada proses kompresi. Perekaman digital ini akan menghasilkan bunyi yang hampir mendekati bunyi aslinya.

PCM ialah format audio yang umum dipakai pada CD ataupun DVD. Ada juga subtipe dari format PCM yaitu Linear Pulse-Code Modulation, dimana sampel akan diambil dalam interval linear. LPCM ialah bentuk paling umum dan hampir selalu dipakai dalam format PCM. Walaupun LPCM hanya subtipe dari PCM, namun keduanya sering dianggap sama (LPCM sering disebut PCM saja).

4. Waveform Audio File / WAV (.wav)

Tipe :
Lossless
Compressed :
Yes/No

Dulunya WAV sering disebut juga Audio for Windows. Namun ketika ini sudah tidak demikian. Format WAV ialah standar yang diciptakan oleh perusahaan Microsoft dan IBM pada tahun 1991. Banyak orang berasumsi bahwa format WAV ialah file audio tanpa compress, tetapi ternyata itu tidak sepenuhnya benar. Sebenarnya WAV hanyalah berfungsi sebagai wadah dari beberapa format file audio untuk Windows. Yang artinya WAV juga sanggup berisi audio yang telah di-compress, walaupun hal ini sangat amat jarang dilakukan.

Hampir semua file audio WAV akan berisi audio yang tidak di-compress dalam bentuk format PCM. WAV hanya akan berfungsi sebagai wadah untuk encoding PCM, yang akan menciptakan file audio menjadi lebih sesuai untuk dipakai di sistem Windows. Perlu diketahui, sistem Mac juga bisa dipakai untuk membuka file WAV tanpa kendala.


5. Audio Interchange File Format / AIFF (.aif .aifc or .aiff)

Tipe :
Lossless
Compressed :
Yes/No

Seperti halnya format WAV yang diciptakan oleh Microsoft dan IBM untuk sistem Windows, AIFF ialah format yang diciptakan oleh Apple untuk sistem Mac pada tahun 1988. Seperti halnya WAV, file AIFF juga sanggup berisi beberapa jenis audio. Contohnya versi compress-nya yang disebut AIFF-C dan versi lain yang disebut Apple Loops yang dipakai oleh GarageBand dan Logic Audio. Mereka memakai ekstensi AIFF yang sama.

Hampir semua file audio AIFF akan berisi audio yang tidak di-compress dalam bentuk format PCM. AIFF hanya akan berfungsi sebagai wadah untuk encoding PCM, yang akan menciptakan file audio menjadi lebih sesuai untuk dipakai di sistem Mac. Perlu diketahui, sistem Windows juga bisa dipakai untuk membuka file AIFF tanpa kendala.

6. MPEG-1 Audio Layer 3 / MP3 (.mp3)

Tipe :
Lossy
Compressed :
Yes

Format file audio MP3 diluncurkan pada tahun 1993 yang eksklusif pada ketika itu meledak popularitasnya, sampai-sampai MP3 menjadi format audio yang terpopuler di dunia untuk file musik (sampai ketika ini). Itulah alasan diciptakannya produk "MP3 player", dan bukan "OGG player" atau yang lainnya. Target utama format MP3 ialah untuk memotong semua detail data audio yang ada di atas batas indera pendengaran orang-orang pada umumnya, juga mengurangi kualitas bunyi namun dengan syarat tidak gampang terdeteksi melalui pendengaran, dan juga meng-compress semua data audio se-efisien mungkin.

Di seluruh device yang mendukung pemutaran audio hingga ketika ini, bisa dipastikan sanggup membaca file MP3. Apapun itu. Dari PC, perangkat Mac, android, iPhone, Smart TV dan seterusnya. Jika kau membutuhkan format yang universal (dapat atau diharapkan di banyak device yang berbeda) maka format MP3 ialah pilihan yang baik. Catatan tambahan; MP3 berbeda sama sekali dengan MP4, walaupun mempunyai nama yang hampir mirip.

7. Advanced Audio Coding / AAC (.acc)

Tipe :
Lossy
Compressed :
Yes

Format file audio AAC diciptakan pada tahun 1997 sebagai penerus dari format MP3. Walaupun popularitas dari format ACC belum bisa menggantikan MP3 sebagai format untuk rekaman dan format file untuk musik sehari-hari. Algoritma kompresi yang dipakai ACC jauh lebih baik dan lebih canggih dibandingkan dengan MP3.  Jika kita membandingkan hasil rekaman dengan format MP3 dan ACC yang mempunyai bitrate yang sama, maka format audio ACC akan mempunyai kualitas bunyi yang lebih baik.

Walaupun MP3 ialah format file audio yang paling terkenal dipakai hingga ketika ini, kenyataannya format ACC juga sudah banyak digunakan. Faktanya, pada ketika ini format audio ACC menjadi metode standar dalam kompresi audio yang dipakai oleh Youtube, android, iOS, iTunes, console Nintendo terbaru dan juga console PlayStation terbaru.


8. OGG (.ogg)

Tipe :
Lossy
Compressed :
Yes

Nama OGG tidak mempunyai kepanjangan apapun. Bahkan sebenarnya, OGG bukanlah sebuah format kompresi. OGG ialah sebuah wadah multimedia yang sanggup memuat semua jenis format kompresi lain, namun umumnya OGG dipakai untuk menyimpan jenis file Vorbis. Karenanya, file audio ini juga sering disebut OGG Vorbis.

Vorbis diluncurkan pertama kali pada tahun 2000, yang kemudian popularitasnya terus berkembang alasannya dua hal utama. Pertama, alasannya OGG itu open source. Kedua, dalam beberapa hal, file OGG jauh lebih baik dari pada format audio lossy lainnya. Contohnya saja perbandingan ukuran file yang lebih kecil untuk dua file dengan kualitas audio yang sama.


9. Windows Media Audio / WMA (.wma)

Tipe :
Lossy
Compressed :
Yes

Format WMA diluncurkan pada tahun 1999. Kemudian format ini mengalami beberapa kali perubahan, namun dengan tetap menjaga dan memakai nama ekstensi yang sama, WMA. Seperti yang sudah kau duga, WMA ialah format file audio buatan Microsoft. Tidak berbeda dengan AAC dan OGG, format WMA dibentuk dengan tujuan mengatasi beberapa kekurangan dari format MP3 dalam metode compress-nya. Maka dari itu, WMA, AAC dan OGG mempunyai kemiripan dalam metode kompresinya. Bisa disimpulkan juga, secara objektif, format WMA masih lebih baik dari pada MP3.

Namun, alasannya WMA mempunyai hak cipta, maka tidak banyak device dan platform yang mendukung format ini. WMA juga tidak mengatakan kelebihan di atas AAC dan OGG. Jadi, dibanyak kasus, ketika format MP3 dinilai tidak cukup baik, maka praktisnya kau sanggup menentukan antara AAC atau OGG saja.


10. Musical Instrument Digital Interface / MIDI (.midi)

Tipe :
-
Compressed :
-

Terakhir, hanya untuk isu tambahan. MIDI ialah file audio yang umum dipakai untuk computer keyboard (music) ataupun peralatan musik lainnya yang berbasis komputer. Tidak menyerupai file audio yang umumnya ada hanya untuk diputar, MIDI mempunyai beberapa data lain di dalamnya, menyerupai music note, pitch bend, key velocity, dan lain sebagainya yang akan dipergunakan oleh komposer musik.


Jadi, format audio apa yang akan kau gunakan?
  • Jika kau merekam dan mengedit audio mentah (raw), maka gunakan format yang tidak memakai metode compress. Sehingga kualitas audio tetap terjaga ketika melalui proses edit dan ketika audio di-export atau di-convert ke dalam format lain.
  • Jika kau ingin mendengarkan musik yang mendekati kualitas audio aslinya, maka pilihlah format audio yang memakai metode lossess compression. Itulah karenanya para audiophile selalu menentukan album FLAC daripada album MP3. Sebagai catatan, kau akan membutuhkan ruang lebih di storage.
  • Jika kau tidak bermasalah dengan kualitas musik yang "Cukup Baik", kalau ada file audio tidak mempunyai musik di dalamnya, kalau kau memerlukan ruang lebih pada disk atau storage, maka format audio yang lossy menjadi piihan yang baik. Toh, kebanyakan orang umumnya tidak sanggup membedakan antara kualitas audio yang lossy dan lossess secara eksklusif memakai indera pendengaran mereka.
Diluar itu semua, perlu diingat juga bahwa kualitas audio juga akan kuat pada output device yang digunakan. Dengan kata lain, untuk mendapat kualitas audio terbaik, diharapkan file audio yang berkualitas tinggi, dan juga speaker ataupun headphone dengan kualitas yang juga tinggi. Karena semua saling terkait. Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya di weakwings.blogspot.com ya.. Ciao..  :)

author & translator: Akira Asayami
reference: toptenreviews.com & makeuseof.com
  
Share This :

Related Post