
Kamis, 08 September 2016
Setiap format mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal ini akan membedakan fungsi dari setiap format yang digunakan. Hal ini perlu kau ketahui, terutama jikalau kau masih mencar ilmu perihal desain, atau jikalau kau menyukai acara editing foto. Jadi, format apa yang pas untuk file gambar yang akan kau gunakan? JPEG, PNG, GIF atau BMP?
Baca juga:
- Apa itu format file LOSSY dan LOSSLESS?
- Perbedaan 10 Format File Audio Yang Umum Digunakan, Mana Yang Terbaik?
JPG / JPEG (Joint Photographic Expert Group)
karakteristik: Lossy
warna: Direct color
Good for: Fotografi dan gambar bergradiasi
Format JPEG didesain untuk menciptakan ukuran sebuah gambar fotografi yang detail menjadi sekecil mungkin dengan menghilangkan beberapa detail atau gosip yang tidak akan terdeteksi secara kasat mata. Dengan hal itu, menciptakan JPEG menjadi sebuah format yang "lossy". Dengan melaksanakan edit dan save pada file yang sama berkali-kali, akan mengakibatkan beberapa detail menghilang akhir proses compress-nya. Yang artinya JPEG ialah pilihan yang jelek untuk gambar logo atau line art yang membutuhkan detail yang cukup tinggi. Untuk sebuah file gambar dengan kualitas yang sama, file JPEG akan mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan file GIF. Namun JPEG mempunyai ribuan palet warna (direct color), yang sangat manis untuk sebuah file fotografi. Sedangkan format GIF, tidak.
GIF (Graphic Interchange Format)
karakteristik: Loseless
warna: Indexed only
Good for: Logo, line art, animasi singkat, elemen website
GIF mengunakan proses compress yang loseless, yang artinya sebuah file yang diproses berkali-kali tidak akan menghilangkan detail dan data apapun di dalamnya. Ukuran filenya lebih kecil dari format BMP yang juga loseless, alasannya ialah format GIF mempunyai proses compress yang bagus. Namun format GIF hanya sanggup menyimpan indexed palette. Yang artinya hanya mempunyai batas maksimum 256 jenis warna berbeda di dalam sebuah file. Format GIF juga mendukung file animasi (bergerak) dan warna transparan.
PNG (Portable Network Graphic)
karakteristik: Loseless
warna: Indexed (png-8) dan Direct (png-24)
Good for: Logo, Line Art, dan bahan edit
PNG ialah format yang lebih baru, sebagai pengganti format GIF. PNG mempunyai kombinasi loseless encoding dan direct color (ribuan warna berbeda ibarat pada format JPEG). Sayangnya PNG tidak mendukung file animasi ibarat pada format GIF. Format PNG hambir serupa dengan format BMP, namun PNG mempunyai proses compress, yang mengakibatkan filenya mempunyai ukuran yang lebih kecil. Walaupun mempunyai direct color ibarat JPEG, tidak mengakibatkan PNG sebagai pengganti JPEG. Karena file PNG akan mempunyai ukuran lebih besar (sekitar) 5 kalinya ukuran JPEG untuk sebuah file gambar yang sama. Namun ini bukanlah dilema jikalau kau menginginkan kualitas, dan tidak terlalu mementingkan ukuran file. PNG juga mendukung warna transparan (alpha-tranparency). PNG ialah format terbaik untuk sebuah file gambar yang akan melewati proses edit berkali-kali, tanpa perlu memikirkan lagi detail yang hilang.
Sebenarnya format PNG sanggup mendukung file animasi ibarat halnya format GIF. Namun browser yang mendukung file animasi PNG hanyalah Firefox saja. Tidak ibarat format GIF yang file animasinya sanggup berjalan seluruh browser.
BMP (Bitmap)
karakteristik: Loseless
warna: Indexed dan Direct
Good for: (sudah mulai ditingalkan)
BMP ialah format lama milik Microsoft Windows. Format ini termasuk loseless, yang artinya tidak ada data yang hilang dalam proses penyimpanan. Namun format BMP tidak memiliki proses compress. Hal ini mengakibatkan format BMP mempunyai ukuran file yang sangat besar. Tidak heran, format ini tidak dipakai sebagai elemen website. Format BMP mendukung palet warna indexed maupun direct. Namun alasannya ialah ukuran filenya yang sangat besar, jarang ada yang memakai format BMP dikala ini. Format BMP biasa dipakai untuk file pada jadwal milik Microsoft.
Kesimpulan
Sebuah file gambar yang akan melewati proses edit, baiknya memakai format PNG untuk menghindari detail yang hilang akhir proses compress (seperti pada JPEG). Namun untuk hasil akhir, baiknya kau meyimpan file gambar ke dalam format JPEG, alasannya ialah file akan menjadi lebih kecil dan masih memakai direct color. Untuk animasi singkat, misalnya saja untuk penggunaan sebagai elemen website, pastinya kau akan memerlukan format GIF.
author: Akira Asayami
reference: lembaga stackoverflow.com
Share This :
comment 0 Comment
more_vert